" Salam Pramuka "

Jumat, 13 Mei 2011

ADMINISTRASI DALAM PASUKAN PENGGALANG

Sebagai gerakan pendidikan, Gerakan Pramuka memerlukan dukungan administrasi/tata usaha, yang akan mengadministrasikan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan dan perkembangan satuan, misalnya mengenai: keanggotaan, kegiatan, perlengakapn, kecakapan, dll.

Keterlibatan dan kelengkapan catatan pada administrasi akan sangat bermanfaat untuk:

a.   penyusunan program kerja tahunan dan rencana kegiatan.
b.   bahan penyusunan laporan.
c.   mengetahui perkembangan satuan.
d.   mengetahui perkembangan peserta didik.
e.   pertanggungjawab pelaksanaan kegiatan.
f.    data sejarah satuan.

Administrasi Perindukan Penggalang  terdiri dari:

a.   Daftar anggota
      Daftar  anggota disusun dengan kolom-kolom, sbb:
1)   nomor urut, nomor induk, nomor tanda anggota,
2)   nama lengkap peserta didik,
3)   agama,
4)   tempat dan tanggal lahir,
5)   alamat,
6)   golongan darah,
7)   sekolah,
8)   alamat orang tua/wali,
9)   pekerjaan orang tua/wali,
b.   Daftar prestasi, yang menurut catatan kehadiran peserta didik.
c.   Daftar iuran.
d.   Daftar pencapaian kecakapan menurut catatan tanggal penyelesaian tiap mata ujian SKU, SKK, dan tanggal pelantikan kenaikan tingkat serta pindah golongan.
e.   Daftar tabungan pribadi.
f.    Buku kegiatan:
1)   Rencana kegiatan,
2)   Program kegiatan,
3)   Acara kegiatan.
g.   Buku harian dan ├ílbum.
      Buku harian berisi catatan segala kegiatan kejadian dan hal ihwal satuan yang bersangkutan.  Pada buku harian ini dapat ditulis, digambarkan, ditempeli foto yang berkaitan dengan kegiatan itu.
h.   Kartu data pribadi.
      Berisi catatan perkembangan pribadi anggota.  Kartu ini hanya di pegang oleh Pembina.
i.    Buku risalah rapat.
j.    Buku catatan keuangan.



Kamis, 24 Februari 2011

Kehidupan Beragama Dalam Perkemahan Pramuka

Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya: Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia inilah yang menjadi pondasi bagi setiap peserta didik untuk mengasah jiwa sosialnya (emotional quotient dan spiritual quotient), jiwa kepemimpinannya, kemampuan kerjasamanya, kemampuan berkomunikasi dan keterampilan memimpin serta dipimpin serta kemampuan mentaati peraturan yang ditetapkan oleh kelompok, baik tertulis maupun tidak.
Sebagaimana yang terdapat dalam Tri Satya dan Dasadarma, bahwa kewajiban menjalankan kewajiban terhadap Tuhan YME adalah merupakan tujuan utama bagi peserta didik sekaligus para pembina. Perkemahan sebagai alat pendidikan adalah sarana yang paling tepat dan lengkap untuk mewujudkan kehidupan beragama tersebut. Dikatakan tepat karena perkemahan merupakan bentuk mini (replika) kehidupan dalam masyarakat. Dikatakan lengkap karena dalam perkemahan memungkinkan berbagai metode kepramukaan diwujudkan di sana, termasuk di dalamnya kehidupan beragama
Pada prinsipnya, kehidupan beragama dalam perkemahan diarahkan dalam rangka terbentuknya pribadi yang beriman dan bertaqwa/IMTAQ (kehidupan yang religius), meningkatkan peran serta dan inisiatif para peserta didik untuk menjaga dan membina diri serta lingkungannya sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Selain itu pembinaan peserta didik juga diharapkan mampu memberikan dasar-dasar :
  1. Saling menghormati antar pemeluk agama
  2. Menjalankan ibadah khusus dan umum sesuai agamanya
  3. Doa-doa harian yang diajarkan dalam agamanya masing-masing
Dalam artian membina ke arah terbentuknya karakter dan kepribadian religius  yang dicerminkan dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku sehari-hari, yang terdiri dari :
  • Pembinaan keyakinan mengarah kepada upaya menumbuhkan keyakinan dan keimanan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa : Pencipta, Pemelihara, Pemilik, dan Penguasa alam raya.
  • Pembinaan sikap mengarah kepada upaya pembentukan perilaku santun, bersih, amanah, peduli, dan bertanggung jawab.
  • Pembinaan ibadah mengarah pada pembiasaan melaksanakan aktivitas rutin sholat wajib dan sunnah, dzikir/mengingat kekuasaanNya, do'a-do’a, serta membaca kitab suci.   
Mewujudkan IMTAQ dalam diri peserta didik adalah pondasi utama dalam membentuk watak dan karakter. IMTAQ juga yang melandasi kehidupan kita sehari-hari. Salah satu upaya untuk meningkatkannya adalah dengan menggunakan sarana perkemahan. Mewujudkan kehidupan beagama dalam perkemahan merupakan strategi yang sangat tepat untuk mewujudkannya.
Peran aktif dari peserta didik dengan penuh kesadaraan adalah modal dasar terciptanya kehidupan beragama dalam perkemahan. Tentunya harus didukung oleh orang dewasa di sekitarnya dalam hal ini para pembina, baik sebagai educator, motivator, advisor dan supervisor (EMAS).
Diharapkan nantinya muncul kehidupan beragama yang lebih baik dalam kehidupan sehari-sehari para peserta didik sebagai sebuah hasil nyata dari pembinaan kehidupan beragama di dalam perkemahan.

Kamis, 17 Februari 2011

SISTEM AMONG


  1. Sistem among adalah cara mengasuh. Istilah ini digunakan pertama kali oleh Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama lengkap Raden Mas Surjadiningrat, lahir pada 2 Mei 1889 yang kemudian diperingati sebagai hari pendidikan nasional.
  2. Dalam gerakan Pramuka, peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kepribadiannya, bakatnya, kemampuannya dan cita-citanya.
  3. Pembina hanya bertugas menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi, menjadi tempat konsultasi dan bertanya bagi peserta didik.
  4. Sistem among adalah sistem pendidikan dengan cara memberi kebebasan bergerak dan bertindak leluasa sejauh mungkin, menghindari unsur :
  •   Perintah
  •    Keharusan
  •    Paksaan
a. 
            Sehingga tidak merugikan bagi masyarakat dan diri sendiri Pedoman :
      Ing Ngarso sing Tulodo         (Di depan memberikan contoh)
      Ing Madyo Mangun Karso    (Di tengah menjadi motivator)   
      Tut Wuri Handayani               (Di belakang sebagai pendorong)


Upaya meningkatkan Minat Menjadi Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang


Upaya meningkatkan Minat Menjadi Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang dengan strategi pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAKEM ). Dapat memberikan pengalaman yang bermakna pada peserta (bersahabat, menyenangkan, dan bermakna), sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, dalam pembelajaran/latihan tersebut Pembina harus dapat mengupayakan untuk melibatkan peserta didik, sehingga peserta didik dapat belajar dengan aktif, kreatif, dan menyenangkan. Sehingga dapat tercipta pembelajaran PAKEM, yaitu Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
  • Aktif dalam proses pembelajaran Pembina harus mampu menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif  bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasannya.
  • Kreatif, di mana Pembina mampu menciptakan kegiatan latihan/belajar yang beragam, sehingga memenuhi dan mampu memberikan pelayanan pada berbagai tingkat kemampuan peserta didik.
  •  Efektif, dimana Pembina mampu memamfaatkan waktu untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Yang akhirnya menghasilkan pengalaman baru yang cenderung permanen bagi peserta didik.
  • Menyenangkan, dimana Pembina mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga peserta didik memusatkan perhatian secara penuh.

Dengan demikian “ PAKEM “ merupakan suatu upaya atau strategi latihan/pembelajaran yang dapat menciptakan suasana latihan menjadi berkesan, beragam, dan menyenangkan dengan cara melibatkan peserta didik, sehingga peserta didik dapat bereksplorasi untuk mengemukan gagasannya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang terdapat pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.

Walaupun dalam praktek latihan di lapangan, para Pembina masih banyak yang merasa belum memahami bagaimana cara meningkatkan minat menjadi Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang Dalam Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Pembina tetap harus berusaha untuk bisa mengajak peserta didik untuk berlatih dan belajar dalam mendidik dan membimbing peserta didik Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang. Untuk bisa menghasilkan peserta didik yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Metode Latihan Pramuka Siaga dan Penggalang Yang aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan


Dengan cara pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), yang mana dapat memberikan makna pada peserta didik yang menyenangkan, bersahabat sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dimana Pembina diusahakan untuk dapat mengupayakan dan melibatkan peserta didik, sehingga peserta didik dapat mengikuti latihan dengan aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Dimana Pembina bisa menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya dan mengemukan gagasannya. Selain itu juga Pembina dituntut untuk kreatif, yang bisa menciptakan suasana latihan yang beragam dan menarik bagi peserta didik. Dan efektif dalam memanfaatkan waktu untuk mencapai hasil latihan yang baik yang dapat memberikan pengalaman bagi peserta didik. Selain itu juga Pembina diusahakan untuk bisa menciptakan suasana latihan yang menyenangkan bagi peserta didik, yang akhirnya peserta didik tidak merasakan bosan atau jenuh dalam mengikuti latihan pramuka Siaga atau Pramuka Penggalang.

                    Metode dan alat yang dapat digunakan dalam menyajikan kegiatan Pramuka Siaga dan Penggalang adalah :
1.    Bermain, yaitu didalamnya disajikan dalam bentuk permainan bermain sekehendak hati tetapi mempunyai sasaran dan tujuan serta ada aturan permainan yang harus didikuti.
2.    Menyanyi, karena dengan nyanyian dapat digunakan untuk menyajikan bahan latihan Pembina Siaga/Penggalang. Sebagai awal penyemangat bagipeserta didik.
3.    Lomba, dengan lomba dapat digunakan untuk menyajikan bahan latihan dan menggairahkan serta memberi semangat pada peserta didik.
4.    Bermain,  yaitu melakukan peran tertentu sebagai penanaman suatu sikap yang telah Pembina tanamkan, yang mengandung pendidikan bagi peserta didik.
5.    Bercerita,  karena cerita merupakan hal yang menarik bagi Pramuka siaga.
6.    Kerja Kelompok, yaitu Barung Siaga dapat diberikan tugas untuk untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Yang dikerjakan bersama-sama kelompoknya.
7.    Surprise, yaitu dapat diadakan pada waktu tak diduga-duga oleh peserta didik, contoh : Pemberian hadiah ulang tahun.
8.    Demonstrasi, yaitu memperagakan sesuatu dihadapan anak yang ada kaitan dengan bahan latihan, contoh : Senam lantai, berenang dan senam TBB (tarian baris berbaris ).
9.    Menirukan, yaitu Pembina memberi contoh dan peserta menirukan.
Contoh : Mengajarkan lagu-lagu Nasional dan lagu-lagu pramuka.